Jenis Sablon Kaos yang Awet dan Tahan Lama

Di tahun 2019 ini, tidak ada yang tidak memiliki kaos di rumah. Diantara kalian yang membaca artikel ini, pasti memiliki setidaknya satu buah kaos di lemari pakaian.  Benar atau tidak? Sebelum melanjutkan membaca, coba kalian ambil salah satu kaos yang memiliki desain sablon. Kemudian perhatikan bentuk dan tekstur hasil cetak pada kaosmu itu.

Tidak menutup kemungkinan hasil cetak setiap kaos kalian berbeda-beda. Mengapa? Karena sablon sendiri memiliki beragam jenis dan macam. Perbedaannya bisa dari teknik pengerjaan hingga bahan yang digunakan. Lalu, kira-kira jenis sablon apa yang paling awet dan tahan lama?

Semua tergantung kebutuhan kalian masing-masing. Yakni kebutuhan untuk membuat kaos angkatan, kaos komunitas, kaos fashion, bisnis kaos atau yang lainnya. Berikut adalah beberapa jenis sablon kaos berdasarkan bahan dan kegunaannya yang bisa menjadi pilihan kalian: 

Rubber

Sablon rubber atau yang lebih dikenal dengan sablon karet merupakan jenis yang paling sering digunakan oleh jasa konveksi. Bahannya terbuat dari karet sehingga elastis dan tidak mudah rusak apabila kaos ditarik. Jika terjadi kesalahan dalam proses penyablonan, Rubber juga dapat diperbaiki dengan air. Harganya pun terbilang murah dan terjangkau, kalian bisa menggunakan teknik rubber ini untuk keperluan bisnis atau penggunaan pribadi.

DTG

Sablon DTG atau Direct to Garment adalah jenis sablon yang menggunakan mesin printer teknologi masa kini. Printer ini mampu mencetak gambar vector atau foto langsung ke kaos hanya dalam kurun waktu 10 menit. Perkiraan lama waktu pencetakan ini tentunya berlaku untuk 1 kaos. Teknik DTG sangat cocok bagi kalian yang ingin membangun usaha kaos digital. Sebab, customer dapat membuat kaos sesuai desain keinginan mereka tanpa ada minimal pembelian. Hasil cetak yang dihasilkan sangat awet, tahan lama, tajam dan halus. Namun sayangnya, ukuran gambar desain DTG masih terbatas yaitu hanya 42 x 21 cm.

Ingin tahu lebih lanjut tentang keunggulan sablon DTG? Temukan disini

Plastisol

Berbeda dengan yang lain, jenis sablon plastisol memiliki harga yang relatif lebih mahal karena daya rekatnya yang kuat. Bahan dasarnya adalah minyak atau PVC. Untuk mengeringkannya sendiri membutuhkan suhu hingga 160 derajat celcius. Meskipun begitu, hasil cetak plastisol sangat awet dan detail karena mampu mencetak dot yang sangat kecil. Meskipun dicuci berkali-kali, hasil cetak teknik plastisol tidak akan mudah rusak. Hanya saja kalian perlu berhati-hati saat menyetrikanya, lantaran bahan ini mudah meleleh jika terkena suhu yang terlalu tinggi.

Dari ketiga jenis diatas, masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalian bisa menilai dan memilih jenis sablon apa yang awet dan sesuai dengan kebutuhan kalian. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian!